G
Gaveeta
MasukDaftar Gratis
← Kembali ke Blog

Cara Menghitung HPP Percetakan yang Benar (Plus Contoh Perhitungan)

11 Juli 2026·6 menit baca

Banyak pemilik usaha percetakan menentukan harga jual dari kebiasaan atau harga kompetitor — bukan dari perhitungan Harga Pokok Produksi (HPP) yang sebenarnya. Akibatnya, ada order yang terlihat untung di atas kertas tapi sebenarnya rugi setelah dihitung ulang, atau margin yang menipis pelan-pelan tanpa disadari. Panduan ini membahas cara menghitung HPP percetakan yang benar, lengkap dengan contoh perhitungannya.

Apa Itu HPP dan Kenapa Sering Salah Dihitung

HPP (Harga Pokok Produksi) adalah total biaya yang dikeluarkan untuk memproduksi satu unit barang, sebelum ditambah margin keuntungan. Kesalahan paling umum di usaha percetakan adalah hanya menghitung harga bahan baku (kertas, tinta) sebagai HPP, lalu langsung menambahkan margin di atasnya. Padahal ada komponen biaya lain yang ikut menentukan apakah sebuah order benar-benar menguntungkan atau tidak.

Tiga Komponen yang Wajib Masuk Hitungan HPP

1. Bahan Baku Langsung

Kertas, tinta, laminasi, lem, dan bahan lain yang langsung dipakai untuk memproduksi barang. Yang sering jadi masalah: harga bahan-bahan ini berfluktuasi, tapi banyak usaha masih memakai harga beli lama saat menghitung penawaran ke customer baru — sehingga marginnya jadi lebih tipis dari yang dikira.

2. Overhead Produksi

Biaya listrik mesin cetak, penyusutan mesin, dan waktu operator yang mengerjakan order tersebut. Komponen ini paling sering diabaikan karena tidak sekonkret harga kertas — padahal untuk order dengan proses produksi panjang, overhead bisa jadi porsi biaya yang cukup besar.

3. Biaya Tidak Langsung Lainnya

Reject atau waste produksi (barang cacat yang tidak bisa dijual), biaya packaging pengiriman, dan biaya penyimpanan bahan baku di gudang. Untuk usaha dengan tingkat reject yang cukup tinggi, biaya ini sebaiknya ikut dimasukkan sebagai persentase tambahan ke HPP.

Contoh Perhitungan HPP Sederhana

Misalnya untuk order Box Custom ukuran A4, dengan komponen biaya sebagai berikut:

Kalkulasi HPP — Box Custom A4
Bahan Baku (Karton + Tinta)Rp 3.200 / pcs
Overhead + Operasional CetakRp 1.800 / pcs
HPP per pcsRp 5.000

Dengan target margin 25%, harga jual yang sehat untuk order ini adalah sekitar Rp 6.250 per pcs. Tanpa menghitung komponen overhead, pemilik usaha mungkin mengira HPP-nya hanya Rp 3.200 dan menjual di harga Rp 4.000 — terlihat untung Rp 800, padahal setelah overhead diperhitungkan, order ini justru rugi Rp 1.000 per pcs.

FIFO vs Average — Metode Mana yang Tepat untuk Usaha Anda

Ada dua metode umum untuk menghitung biaya bahan baku saat harganya berubah-ubah dari waktu ke waktu. Metode FIFO (First In, First Out) menghitung berdasarkan harga beli bahan yang paling awal masuk gudang — cocok kalau harga bahan baku Anda cenderung naik atau turun cukup signifikan dan Anda ingin HPP mencerminkan urutan pemakaian stok yang sebenarnya. Metode Average menghitung berdasarkan rata-rata harga beli seluruh stok yang ada — lebih sederhana dan cocok kalau harga bahan baku Anda relatif stabil dari waktu ke waktu.

Kesalahan Paling Sering Bikin HPP Meleset

  • Memakai harga bahan baku lama, padahal harga beli terbaru sudah naik
  • Tidak menghitung reject atau waste produksi sebagai bagian dari biaya
  • Overhead dihitung rata-rata bulanan, bukan per unit produk — sehingga tidak akurat untuk order dengan proses berbeda-beda
  • Perhitungan dilakukan manual di kepala atau di kertas, tanpa dicatat sistematis, sehingga sulit dilacak saat harga bahan berubah

Kapan Waktunya Berhenti Hitung Manual

Menghitung HPP secara manual masih bisa diandalkan selama jumlah varian produk sedikit dan harga bahan baku jarang berubah. Tapi begitu usaha mulai punya banyak varian produk, order yang makin sering, dan harga bahan baku yang naik-turun mengikuti pasar, risiko salah hitung — atau lupa update — jadi jauh lebih besar. Di titik ini, sistem yang menghitung HPP otomatis berdasarkan harga bahan terkini biasanya jadi lebih masuk akal dibanding terus mengandalkan spreadsheet manual.

Gaveeta menghitung HPP secara otomatis dari harga bahan baku terkini, overhead, dan margin yang Anda tentukan — dengan pilihan metode FIFO atau Average sesuai kebutuhan usaha Anda. Anda bisa mencoba fitur ini langsung dengan trial 14 hari tanpa kartu kredit.

Coba hitung HPP produk Anda otomatis dengan Gaveeta.

Mulai Gratis 14 Hari →